7 Tipe Teman Saat Makan Rame-Rame Kamu yang Mana
Makan sendirian memang lebih cepat. Tinggal pilih menu, pesan, makan, lalu pulang. Tidak ada diskusi panjang, tidak ada yang minta tukar makanan, dan tidak perlu menunggu orang yang bilang sedang di jalan padahal baru selesai mandi.
Namun, makan bersama teman selalu punya keseruan sendiri.
Semakin banyak orang yang datang, semakin beragam juga kebiasaannya. Ada yang sudah tahu mau pesan apa sebelum duduk. Ada yang harus memotret semua makanan terlebih dahulu. Ada juga yang pesan paling banyak, tetapi beberapa menit kemudian mulai mencicipi makanan orang lain.
Karena itu, memilih tempat makan rame-rame bukan hanya soal mencari meja yang cukup. Pilihan menunya juga perlu beragam supaya setiap orang bisa menemukan makanan yang sesuai dengan seleranya.
Saat satu grup sudah berkumpul di meja makan, biasanya tujuh tipe teman berikut akan mulai terlihat. Coba perhatikan teman-temanmu. Jangan-jangan kamu sendiri termasuk salah satunya.
1. Si Paling Cepat Pilih Menu
Baru saja duduk, dia langsung memanggil pelayan.
Teman yang lain masih membuka menu dari halaman pertama, tetapi dia sudah selesai memilih makanan, minuman, bahkan menu tambahan. Tidak jarang dia sudah melihat menu dari website atau media sosial sebelum berangkat.
Ketika ditanya kenapa cepat sekali memilih, jawabannya sederhana:
“Aku dari tadi sudah lapar.”
Tipe ini biasanya sangat membantu saat grup terlalu lama mengambil keputusan. Dia bisa membuka diskusi dengan menyebut beberapa pilihan dan membuat teman-teman lain mulai menentukan pesanan.
Namun, ada satu masalah kecil. Karena pesanannya datang lebih dulu, dia juga akan menjadi orang pertama yang makan sambil melihat teman-temannya masih sibuk memilih.
Si paling cepat pilih menu cocok diajak ke restoran dengan daftar makanan yang jelas dan cukup beragam. Ia tidak perlu terlalu lama mencari karena pilihan seafood, masakan Indonesia, ayam, western food, snack, dessert, dan minuman sudah tersedia.
Di Jambe Boga Sari, teman tipe ini bisa langsung memilih makanannya tanpa harus menunggu satu meja mencapai kesepakatan yang sama.
2. Si Bilang Terserah tetapi Banyak Komentar
Ketika ditanya mau makan di mana, jawabannya selalu:
“Terserah, aku ikut aja.”
Namun, setelah tempat dipilih, mulai muncul berbagai komentar.
“Jangan yang terlalu pedas.”
“Aku lagi nggak mau seafood.”
“Kalau bisa ada makanan ringan.”
“Tempatnya jangan terlalu sempit.”
“Ada menu ayam nggak?”
Teman seperti ini sebenarnya bukan tidak punya pilihan. Dia hanya belum mau menyebutkannya di awal.
Saat makan bersama orang dengan selera yang berbeda, restoran dengan satu jenis menu saja bisa membuat diskusi semakin panjang. Inilah alasan pilihan makanan menjadi salah satu hal penting ketika mencari restoran untuk teman atau keluarga.
Jambe Boga Sari tidak hanya menyediakan seafood. Pilihan menunya juga mencakup masakan Indonesia, hidangan lokal, ayam, sayuran, soup, western food, snack, dessert, jus, milkshake, kopi, teh, dan minuman lainnya.
Jadi, ketika ada teman yang tiba-tiba mengatakan tidak ingin makan seafood, grup masih memiliki banyak pilihan lain tanpa perlu pindah tempat.
3. Si Tukang Foto
Begitu makanan datang, semua orang harus berhenti bergerak.
Tidak boleh ada yang mengambil sambal. Tidak boleh ada yang menyentuh nasi. Sendok harus tetap berada di tempatnya sampai proses dokumentasi selesai.
Teman tipe ini biasanya mengambil foto dari beberapa sudut. Dari atas, dari samping, close-up, lalu satu video singkat untuk Story. Setelah itu, dia akan meminta semua orang mengangkat minuman untuk mengambil foto bersama.
Kalimat yang paling sering terdengar:
“Jangan dimakan dulu!”
Walaupun kadang membuat teman-temannya menunggu, si tukang foto sebenarnya memiliki peran penting. Berkat dia, acara makan bersama tidak hanya tersimpan dalam ingatan. Beberapa hari kemudian, semua orang masih bisa melihat kembali foto makanan dan keseruan grup.
Tempat dengan meja yang cukup untuk menata berbagai makanan tentu lebih menarik bagi tipe ini. Apalagi jika grup memesan beberapa menu untuk dinikmati bersama.
Konsep group dining bukan hanya tentang datang dalam jumlah banyak. Susunan makanan di satu meja juga menjadi bagian dari pengalaman makan. Ada yang memesan menu utama sendiri, lalu menambahkan snack, sayuran, atau beberapa pilihan untuk sharing.
Sebelum mulai makan, berikan waktu beberapa menit kepada si tukang foto. Setelah itu, barulah semua orang bebas mengambil makanan.
4. Si Pesan Banyak
Satu menu utama sepertinya tidak pernah cukup.
Teman tipe ini akan memesan makanan utama, snack, tambahan sayuran, minuman, lalu mulai melihat bagian dessert. Saat orang lain bertanya apakah semuanya akan habis, jawabannya selalu penuh keyakinan:
“Tenang, nanti juga habis.”
Biasanya dia juga menjadi orang yang mengajak teman lain memesan beberapa menu untuk diletakkan di tengah meja.
“Pesan ini juga, yuk. Buat sharing.”
Keberadaan si pesan banyak membuat meja terlihat lebih ramai. Berkat dia, semua orang bisa mencoba lebih banyak menu tanpa harus memesan satu porsi penuh untuk setiap pilihan.
Namun, ia perlu didampingi oleh teman yang bisa memperkirakan jumlah pesanan. Jangan sampai makanan terlalu banyak hanya karena semua menu terlihat menarik.
Saat datang ke tempat kumpul, grup dapat membicarakan pola pesanan sejak awal. Apakah setiap orang ingin memesan satu menu sendiri atau beberapa makanan akan dipesan sebagai paket sharing.
Jambe Boga Sari memiliki pilihan makanan yang dapat dinikmati sendiri maupun bersama. Untuk dua orang, tersedia Seafood Sharing Package yang berisi ikan bakar, udang bakar, calamari ring, kerang bakar, nasi dan sambal, plecing kangkung, dua es teh, serta buah potong.
Untuk grup yang lebih besar, pilihan menu dan kebutuhan makan bersama dapat dikonsultasikan terlebih dahulu dengan admin.
5. Si Paling Pedas
Sambal di meja belum tentu cukup untuknya.
Teman lain baru mencicipi sedikit dan sudah mencari minuman. Sementara itu, si paling pedas masih menambahkan sambal ke makanan sambil mengatakan:
“Ini belum pedas.”
Dia biasanya menjadi orang pertama yang mencari sambal matah, sambal merah, atau pelengkap bercita rasa kuat. Makanan yang dianggap pedas oleh orang lain justru terasa biasa untuknya.
Saat makan bersama, teman tipe ini sering menjadi penguji tingkat kepedasan. Teman-temannya akan menunggu reaksinya sebelum mencoba sambal yang tersedia.
Namun, selera pedas setiap orang berbeda. Jangan langsung menyimpulkan bahwa seluruh grup ingin makanan dengan tingkat kepedasan yang sama.
Pilihan paling aman adalah memesan makanan dengan pelengkap yang dapat diatur sendiri. Beberapa paket bakar di Jambe Boga Sari disajikan bersama nasi putih, plecing kangkung, sambal matah, dan sambal merah. Setiap orang dapat mengambil sambal sesuai selera tanpa memaksa seluruh meja mengikuti tingkat kepedasan si paling pedas.
6. Si Telat Datang
Grup sudah duduk. Menu sudah dibuka. Sebagian orang bahkan sudah memesan minuman.
Namun, satu kursi masih kosong.
Ketika ditanya posisinya, jawabannya selalu:
“Lima menit lagi sampai.”
Lima belas menit kemudian, dia kembali mengirim pesan:
“Sudah dekat.”
Teman tipe ini sering membuat satu meja bingung. Haruskah langsung memesan atau menunggunya? Apakah ia akan ikut memesan makanan yang sama? Apakah tempat duduknya masih perlu dipertahankan?
Agar tidak menghambat semuanya, grup sebaiknya menentukan batas waktu. Pesanan bisa tetap dilakukan, lalu teman yang terlambat mengirimkan pilihan menunya melalui chat.
Saat membuat agenda makan bareng Bali, lokasi pertemuan dan waktu kedatangan perlu disampaikan dengan jelas. Apalagi jika pesertanya cukup banyak atau ada beberapa orang yang datang menggunakan kendaraan berbeda.
Untuk acara yang lebih besar seperti reuni, gathering, ulang tahun, atau makan bersama komunitas, reservasi juga sebaiknya dilakukan lebih awal. Sampaikan perkiraan jumlah tamu kepada admin agar kebutuhan tempat dapat dibicarakan sebelum hari kedatangan.
7. Si Rebutan Makanan Terakhir
Di tengah meja tersisa satu potong makanan.
Semua orang melihatnya, tetapi belum ada yang mengambil. Satu orang berkata, “Ambil aja.” Orang lain menjawab, “Nggak, buat kamu aja.”
Situasi terlihat sangat sopan selama beberapa detik.
Kemudian, salah satu teman langsung mengambil makanan tersebut.
Tipe rebutan terakhir biasanya memiliki dua cara. Ada yang bergerak cepat tanpa peringatan. Ada juga yang membagi makanan terakhir menjadi beberapa bagian kecil agar semua orang mendapat sedikit.
Momen seperti ini hampir selalu muncul ketika memesan makanan untuk sharing. Semakin enak dan mudah dibagi menunya, semakin besar kemungkinan potongan terakhir menjadi bahan perdebatan.
Solusinya cukup sederhana. Jika sejak awal satu menu terlihat menjadi favorit seluruh meja, segera pesan tambahan sebelum semuanya habis.
Jangan menunggu sampai hanya tersisa satu potong, lalu berharap semua orang tiba-tiba kehilangan selera.
Jadi, Kamu Termasuk Tipe yang Mana?
Setiap grup memiliki karakter yang berbeda.
Ada teman yang selalu siap memilih menu, ada yang baru punya banyak permintaan setelah mengatakan terserah, ada yang mengatur sesi foto, dan ada yang memastikan meja dipenuhi berbagai makanan.
Justru kebiasaan seperti itulah yang membuat makan bersama tidak membosankan.
Namun, agar semua orang bisa menikmati waktunya, pilih tempat makan rame-rame yang memiliki pilihan menu untuk berbagai selera dan ruang yang cocok untuk berkumpul.
Jambe Boga Sari dapat menjadi pilihan untuk makan bersama teman, keluarga, komunitas, sekolah, kampus, maupun rekan kerja. Pilihan menunya tidak hanya seafood, tetapi juga masakan Indonesia, menu lokal, western food, snack, dessert, serta berbagai minuman.
Jambe Boga Sari juga dapat digunakan sebagai restoran keluarga, tempat group dining, venue ulang tahun, gathering, company dinner, reuni, dan berbagai acara lainnya. Paket untuk rombongan maupun acara dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan perlu dikonsultasikan langsung dengan admin.
Sekarang waktunya kirim artikel ini ke grup dan tentukan siapa yang cocok dengan setiap tipe.
Setelah itu, ajak semuanya makan bersama di Jambe Boga Sari.
Related Article
Cara Merencanakan Gathering Bernuansa Bali yang Hangat dan Berkesan di Bulan Juni
Bulan Juni menjadi waktu yang tepat untuk merencanakan gathering di Bali. Suasana pulau terasa lebih...
5 Alasan Mengapa Juli Menjadi Bulan Terbaik untuk Family Gathering di Bali
Bulan Juli menjadi salah satu waktu paling ramai dan menyenangkan untuk berlibur di Bali. Banyak kel...
Panduan Merencanakan Corporate Gathering Outdoor di Bali pada Musim Liburan
Bulan Juli menjadi salah satu waktu yang tepat bagi perusahaan untuk mengadakan corporate gathering ...